SEJARAH PERKEMBANGAN GKJW SIDOREJO

ASAL-USUL BERDIRINYA DESA SIDOREJO
Babad Pertama :
– Pada mulanya berwujud hutan. Setelah dibuka (dibabat) menjadi sebuah perkampungan yang sangat subur. Siapa yang membuka pertama kali tidak ada keterangan.
– Akibat dari meletusnya Gunung Kelud yang membawa Larva Vulkanik (lahar), dusun yang subur ini tertimbun larva vulkanik yang sangat dalam. Hal ini dapat dibuktikan bila membuat sumur sedalam 7 sampai 10 meter akan menjumpai batang kayu yang tertimbun maupun airnya yang berbeda, ada yang bening dan ada yang berwarna putih. Akibat larva vulkanik ini, penghuninya harus meninggalkan perkampungan tersebut.
– Akhirnya tanah yang subur kembali menjadi hutan lagi. Tumbuhan yang tumbuh adalah Pohon Ploso, Glagah, Alang-alang dan semak belukar. Akibat larva vulkanik inilah, tempat ini diberi nama Gerojogan (artinya gerojogan air).

Babad Kedua :
– Dibuka pada tahun 1884 (terjadinya Persil). Pembukanya seorang Tuan Tanah yang tidak disebutkan namanya. Tanaman yang ditanam adalah Kopi dan Tembakau, tetapi tanaman tembakau tidak bertahan lama, karena tanaman ini tidak menguntungkan. Persil yang dikelola seluas + 50.000 ru terletak disebelah utara, tetapnya didusun Purwoharjo yang sekarang bernama Kopen (dulu Kopen ini termasuk wilayah Parerejo).
– Tanaman kopi inipun tidak bertahan lama, karena tanaman inipun tidak menguntungkan. Akhirnya Tuan Tanah ini meninggalkan Gerojogan dan tanahnya dibiarkan bongkor.

Babad Ketiga :
– Kurang lebih pada tahun 1895 perkumpulan orang-oarng Kristen Kediri – Madiun mengadakan rapat. Ketua Raad Gereja Besar Kediri – Madiun adalah seorang yang bernama T. Dumenek. Tiap utusan dari Jemaat mengadakan Verslaag (laporan), dari laporan-laporan tersebut dilaporkan pula keadaan orang-orang Kristen yang miskin. Dari Jemaat Sambirejo – Pare diwakili Guru Injilnya bernama Kyai Lewi, mengusulkan kepada Ketua Sidang bahwa disebelah Timur Laut Sambirejo ada persil bongkor yaitu Persil Bongkor Gerojogan. Persil ini dapat dimanfaatkan untuk Gereja dalam mengatasi (membantu) warga Gereja yang miskin. Sidang akhirnya memutuskan agar ketua menghadap Residen Kediri.
– Selanjutnya T. Dumenek menghadap Residen Kediri memohon agar Persil Bongkor Gerojogan dapat dimanfaatkan oleh Gereja. Setelah Residen Kediri membuka Kart (peta) ternyata Persil Bongkor memang ada. Akhirnya permohonan Raad Gereja Besar dikabulkan oleh Residen Kediri. Untuk membuktikan keadaan Persil Bongkor Gerojogan tersebut perlu diadakan peninjauan.
– Dalam peninjauan ini, T. Dumenek dibantu oleh Kyai Lewi Guru Injil Sambirejo – Pare dengan Kyai Silpanus Djati Anom Guru Injil Segaran – Wates. Peninjauan ini tidak selesai dalam satu hari karena harus berjalan kaki. Akhirnya pada hari pertama harus menginap dirumah Kamituwo Banjarejo – Dermo – Plosoklaten yang bernama Kyai Simson. Keesokan harinya berangkat lagi untuk mengadakan peninjauan. Atas jerih payah Kyai Silpanus Djati Anom inilah didapatkan orang-orang Kristen miskin dari desa Kertorejo, Bongsorejo, Mojowarno, Mojokembang yang semuanya ini dari kabupaten Jombang. Persyaratan lain disamping orang Kristen Miskin yang diperbolehkan ikut membuka Persil Bongkor Gerojogan adalah sebagai berikut :
1. Bukan orang-orang yang tergolong Bromocorah
2. Bukan orang-orang pecandu
3. Bukan orang-orang yang senang berjudi.
Dari persyaratan tersebut diatas, dapat dipahami bahwa dari keputusan rapat tahun 1895 itu menghendaki orang-orang yang benar-benar ingin bekerja demi masa depan yang baik. Sebab apabila orang-orang yang tergolong bromocorah, pecandu dan penjudi diikutsertakan, maka tidak akan tercapai tujuan mereka.
– Pihak Gereja sendiri menghendaki agar dikemudian hari orang-orang yang ikut membuka Persil Gerojokan, mempunyai masa depan yang cerah, tidak diliputi oleh suasana yang gelap sehingga mereka akan terlepas dari ganguan-gangguan seperti yang telah diutarakan diatas (kejahatan, pecandu dan perjudian).
– Agar mereka mempunyai tujuan masa depan yang kongkrit maka disamping syarat-syarat yang sudah ditentukan diatas, maka masih ada ketentuan lagi yaitu :
1. Harus mempersiapkan tanah untuk mendirikan rumah Pendeta, gedung Gereja, rumah sekolah, rumah sakit, rumah Guru Injil, serta bengkok-bengkok sebagai gaji pemimpin desa, pemimpin Gereja dan Guru-guru sekolah.
2. Yang diperbolehkan bertempat tinggal disitu nantinya adalah orang-orang Kristen yang miskin dan juga boleh orang-orang yang beragama lain asalkan miskin dan berjanji nantinya bersedia masuk Kristen.
Dengan adanya syarat yang pertama ini makin jelaslah tujuan dari pada Greja yang mengkehendaki bahwa hutan yang dibuka itu akan menjadi sebuah desa yang teratur. Dikatakan teratur sebab sebelum desa itu lahir, gambaran dari pada isinya sudah dipersiapkan. Susunan pemerintahannya sudah dipersiapkan. Bidang kerohaniannyapun sudah direncanakan. Berarti dalam bidang mental spiritual sangat diperhatikan. Bidang kesehatannyapun tidak dilupakan, yaitu dengan dipersiapkannya tanah untuk rumah sakit. Begitu pula dalam bidang pendidikan dan pengajarannya tidak dilupakan (tidak diabaikan).
– Bukan hanya tanah tempat membangun rumah sekolah yang disiapkan, tetapi sampai bengkok-bengkok gurunyapun dijamin. Demikian sempurnanya rencana pembukaan desa maupun Jemaat Sidorejo pada waktu itu, yang seharusnya jangan sampai terlupakan oleh seluruh generasi penerus di desa Sidorejo. Kalau memperhatikan syarat untuk kedua, maka memungkinkan penduduk di desa Sidorejo ini merupakan suatu masyarakat yang mutlak beragama Kristen. Harus diakui pula bahwa pada waktu itu adalah masa pemerintahan colonial Belanda, sehingga apasaja yang dikehendaki dapat terjadi.

KEADAAN GEOGRAFIS :

a) Letak desa Sidorejo.
Desa Sidorejo yang sekarang ini adalah merupakan sebuah desa wilayah kecamatan Pare yang paling selatan. Desa-desa yang berbatasan dengan desa Sidorejo adalah sebagai berikut :
– Sebelah Utara : Dukuh Karanganyar Kecamatan Puncu
– Sebelah Timur Laut : Desa Sidomulyo Kecamatan Puncu
– Sebelah Timur dan Selatan : Desa Sumberagung Kec. Plosoklaten
– Sebelah Barat Daya : Dusun Juron Kecamatan Gurah
– Sebelah Barat : Dusun Sentul Kecamatan Gurah.
b) Luas tanah dan Kelas Tanah.
Luas tanah keseluruhan : 651 Ha
Terdiri dari :
1. Tanah sawah : 226 Ha
2. Tanah kering/tegal : 334 Ha
3. Tanah pekarangan : 91 Ha

KEADAAN DEMOGRAFI

Jumlah penduduk keseluruhan pada tahun 1997 adalah 4.260 jiwa, dengan perincian :
– Umur 0 s/d 6 tahun : 394 jiwa
– Umur 7 s/d 12 tahun : 610 jiwa
– Umur 13 s/d 18 tahun : 982 jiwa
– Umur 19 tahun keatas : 2.274 jiwa
Jumlah Kepala Keluarga :
– ABRI : 4 orang
– Pegawai Negeri : 119 orang
– Petani : 1520 orang
– Buruh Tani : 1285 orang
– Pensiunan : 51 orang

MASA PERKEMBANGAN DAN PEMBANGUNAN

Realisasi dari keputusan rapat tahu 1895, yang pertama kali dating ke Persil Gerojogan sebanyak 27 kepala keluarga. Pemimpin mereka bernama MARWI KERTOWIRJO. Rumah mereka sangat sederhana sekali, dibuat dari bahan-bahan yang pada waltu itu sudah ada di tempat itu. Seperti tiangnya dibuat dari kayu dadap yang tidak dibentuk, usuk beserta rengnya dibuat dari bambu bekas pagar kopi dan atapnya dari alang-alang. Pemimpin mereka bertempat tinggal di loji bekas peninggalan persil kopi (sekarang letaknya sebelah utara Jembatan sungai toyaning dusun Purwoharjo). Mereka hidup bergerombol. Begitu pula setiap hari Minggu mereka berhenti bekerja. Tempat mereka mengadakan kebaktian setiap hari Minggu maupun hari-hari tertentu adalah di loji.
– Tanggal 2 Juli 1898 persil Gerojogan dibuka (lahir desa bersamaan dengan lahirnya Jemaat).
– Tahun 1903 rumah Pendeta (Kapanditan) dibangun.
– Tanggal 23 Maret 1912 Rumah Sakit didirikan.
– Tanggal 5 Januari 1899 Gereja dibangun tiangnya dari kayu dadap dan atapnya dari alang-alang sekaligus untuk Sekolahan, Gurunya adalah Bapak Adiwirjo dan Bapak Kartiman. Letaknya di Balai Pamitran .
– Tahun 1912 Sekolah Rakyat (SR) BPK dibangun dan diresmikan Tahun 1923 (sekarang SD YBPK Sidorejo I)
– Tanggal 26 Juli 1933 Gedung Gereja dibangun.
– Tanggal 11 Nopember 1936 Kampung Parerejo Gerojogan diresmikan berdiri sendiri dengan nama Sidorejo. Keputusan ini adalah hasil rapat di Gedangsewu yang langsung dipimpin oleh Bapak Bupati Kediri (Perpindahan dari Zending ke Gouverment). Yang berjasa member nama Sidorejo adalah Bapak Badan, yang panggilan sehari-harinya adalah P. Si. Sidorejo berasal dari kata “Sido” yang berarti Jadi, dan “Rejo” berarti Ramai. Pengertian Sidorejo dikandung maksud kelas dikemudian hari desa Sidorejo menjadi ramai atau maju.
– Bangunan yang lain yang tidak kalah pentingnya adalah bangunan irigasi. Bangunan ini adalah hasil jerih payah rakyat Sidorejo. Karena kekuatan hukumnya lemah, maka seakan-akan penduduk Sidorejo tidak mempunyai hak lagi. Bangunan permanen irigasi ini terletak didesa Sumberagung di tepi jalan jurusan Plosoklaten. Sumber airnya bernama Kepatihan.
– Tahun 1913 dibangun rumah Guru Injil yang pada waktu itu terletak didepan Gedung Gereja yaitu sebelah utara jalan, sekarang telah berdiri SD YBPK Sidorejo II.
– Tanggal 2 Juli 1987 didirikan Bangunan Balai Pamitran.
– Masa peningkatan pelayanan Jemaat GKJW Sidorejo, pernah memiliki pepantan sejumlah 19 pepantan, yaitu :

1. Pepantan Petungombo
2. Pepantan Sepawon
3. Pepantan Banjarejo – Dermo
4. Pepantan Sumberagung 1
5. Pepantan Sumberagung 2
6. Pepantan Tugu Mulyo
7. Pepantan Ringin Bagus
8. Pepantan Tanggung Mulyo
9. Pepantan Dorok
10. Pepantan Sumber Bahagia
11. Pepantan Sukomoro
12. Pepantan Brenggolo
13. Pepantan Kwarasan
14. Pepantan Sentul
15. Pepantan Badek
16. Pepantan Trisulo
17. Pepantan Sumber
18. Pepantan Darungan
19. Pepantan Panjer

- Tanggal 26 Oktober 1997 pemencaran Purwoharjo menjadi Jemaat dengan diserahi pepantan :
1. Pepantan Dorok
2. Pepantan Tanggung Mulyo
3. Pepantan Sumber Bahagia
– Tanggal 22 Juni 1966 Baptisan Masal zaman Bapak Pendeta DARMOADI

MASA PERPINDAHAN DAN TRANSMIGRASI

– Tanggal 23 Mei 1901 banyak yang pindah karena takut letusan Gunung Kelud.
– Tahun 1910 Guru Injil Kartiman pindah tempat ke Lumajang.
– Tahun 1930 terdapat 116 orang yang mengikuti transmigrasi ke Pulau Sumatera (akibatnya tahun 1938 mulai masuknya orang-orang yang beragama Islam karena membeli tanah penduduk yang ikut kolonisasi tetapi akhirnya mereka juga menjadi orang Kristen).
– Tahun 1940 terdapat 26 Kepala Keluarga yang ikut Transmigrasi, juga ke Pulau Sumatera. Orang-orang yang transmigrasi ke Pulau Sumatera, tempat tujuan ke Deli dan Lampung. Di Deli sebagai tenaga kontrak di perkebunan Karet dan Tembakau.
– Bulan Oktober 1977 Jemaat GKJW Sidorejo mengirimkan 14 Kepala Keluarga menuju daerah Baturaja, Sumatera Selatan. Uang saku perjalanan berserta obat-obatan ditanggung oleh Gereja.
– Tanggal 4 Maret 1980 desa Sidorejo mengirimkan 44 kepala keluarga mengikuti transmigrasi kedaerah Air Sugihan, Sumatera Selatan.
– Tanggal 1 Agustus 1965 SMP Kristen YBPK Sidorejo berdiri.
Yang berjasa didalam pengiriman Transmigrasi sejak tahun 1977 adalah Bapak Pendeta Soeharto yang dapat bekerjasama dengan Pemerintah desa Sidorejo.

Jasa Bapak Pendeta Soeharto yang lain adalah kepeduliannya kepada warga masyarakat desa Sidorejo yang ekonominya lemah sehingga rumah mereka tidak sesuai dengan pedoman rumah sehat. Didalam hal ini oleh beliau diusahakan dana lewat bantuan LSM luar negeri Swis, Belanda, Perancis, Jerman untuk membuatkan beberapa rumah penduduk. Khususnya didusun Purwoharjo (sebelah barat sungai). Begitu pula Dana untuk bantuan anak asuh agar dapat bersekolah sampai tingkat SMP dan SMA atau sederajat. Pernah juga beliau memasukkan tenaga ahli didalam peningkatan pendapatan petani, sehingga sampai sekarang tanaman lombok, tanaman tomat, tanaman semangka dapat dimengerti cara menanam oleh petani Sidorejo.
Sedangkan pihak desa dibawah pembinaan Bapak Kepala Desa Waskito dalam meningkatkan kesejahteraan warganya, yaitu disamping mengikutsertakan program transmigrasi juga program Keluarga Berencana. Program Keluarga Berencana di Sidorejo bernama KB Lestari. Disamping KB juga keterampilan sulam menyulam. Untuk desa Sidorejo yang sampai saat ini Keterampilan Sulam menyulam dapat bertahan adalah Keterampilan Sulam menyulam ESTER pimpinan Ibu Puspito Djojo dan pernah mendapat Upakarti dari Presiden Soeharto. Keterampilan ini dalam Partai Besar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s